Blog Belog Adiarta

Just a stupid (belog) blog of Adiarta

Blog Belog Adiarta

Just a stupid (belog) blog of Adiarta

Seni Masa Bodoh: Resep Bahagia Zaman Sekarang

Seni Masa Bodoh, Resep Bahagia Zaman Sekarang

Pernah gak sih kamu pulang kerja sambil mumet mikirin omongan rekan kerja yang nyeletuk, “Wah, kamu telat lagi ya?” Padahal telatnya cuma lima menit, dan itu pun karena lampu merah lebih sabar dari kamu. Nah, kalau kamu masih kepikiran sampai rumah, bahkan sampai ketiduran sambil guling-guling di kasur, artinya kamu butuh satu skill penting: seni masa bodoh.

Di dunia kerja yang makin kompetitif, penuh drama, dan kadang lebih absurd dari sinetron prime time, terlalu peduli itu bisa jadi sumber stres utama. Bukannya produktif, yang ada kamu malah sibuk overthinking komentar orang yang bahkan gak tahu password email kamu. Yuk, kita bahas kenapa masa bodoh itu justru sehat, dan gimana caranya diterapkan secara elegan di lingkungan kerja.


1. Masa Bodoh Itu Bukan Egois, Tapi Filter Emosi

Masa bodoh bukan berarti jadi orang yang gak punya empati. Tapi ini soal menyaring mana yang penting untuk diperhatikan, dan mana yang cuma noise. Misalnya, kamu dapat feedback dari atasan: “Kerjaan kamu kurang rapi.” Itu perlu kamu perhatikan.

Tapi kalau ada teman sebelah cubicle bisik-bisik, “Ih, gayanya sok sibuk ya?” nah, di sinilah seni masa bodoh harus dilatih. Ingat, bukan semua suara harus kamu dengarkan, apalagi yang tidak membangun.


2. Overthinking Itu Bikin Capek, Bukan Bikin Hebat

Kita sering banget kebawa pikiran, mikirin ekspresi atasan yang gak sengaja manyun pas kita presentasi, atau khawatir dianggap gak kompak kalau gak ikut nongkrong after office. Padahal mungkin bos kamu lagi mikirin cicilan mobil, dan temen-temen kamu juga gak ngeh kamu gak nongol karena mereka sibuk foto makanan.

Makin kamu peduli pada hal-hal kecil yang gak berdampak besar, makin susah kamu merasa tenang. Masa bodoh yang bijak akan bantu kamu fokus ke yang penting-penting aja.


3. Drama Kantor Itu Bukan Tanggung Jawab Kamu

Setiap kantor pasti ada tokoh antagonis. Yang hobinya ngeluh, suka adu domba, atau tiba-tiba jadi MC gosip. Kalau kamu terlalu peduli, kamu bisa ikut terbakar dalam api drama itu. Yang paling sehat? Tersenyum, angguk secukupnya, lalu lanjut kerja.

Ingat, kamu digaji untuk perform, bukan jadi detektif sosial kantor.


4. Bahagia Itu Dimulai Saat Kamu Bilang “Udah, Terserah Deh”

Kadang dalam kerja tim, ide kamu ditolak, pendapat kamu dilepehkan, dan keputusan akhirnya bertolak belakang dari arah yang kamu usulkan. Kalau kamu terlalu ambil hati, ya capek sendiri. Seni masa bodoh ngajarin kamu untuk tetap peduli pada proses, tapi ikhlas sama hasilnya.

Kalau gak sesuai ekspektasi, cukup bilang dalam hati: “Ya udah sih, yang penting gue udah nyoba.”


5. Latihan Masa Bodoh: Mulai dari Hal Kecil

  • Email gak dibalas atasan? Biasa. Coba lagi besok.
  • Teman gak ngajak makan siang? Ya udah, makan aja sendiri. Lebih cepat kenyang, lebih hemat ngobrol.
  • Proyek gak dihargai? Simpan hasilnya di portofolio kamu. Dunia lebih luas dari sekadar kantor.

Masa bodoh bukan berarti apatis. Ini adalah cara untuk menyelamatkan mentalmu dari kelelahan sosial yang gak perlu. Dunia kerja penuh tekanan, dan kamu butuh benteng emosi yang kokoh. Salah satu bahan dasar benteng itu adalah seni masa bodoh.

Jadi kalau ada yang ngomongin kamu di belakang, cukup senyum dan bilang, “Ah, bodo amat. Hidup gue, bukan sinetron mereka.

Seni Masa Bodoh: Resep Bahagia Zaman Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top