Disuruh Kerja, Dilarang Bersinar By blogadiartaPosted on January 5, 2026Posted in Cermin KehidupanTagged birokrasi, budaya kantor, cerita sindiran kantor, dunia PNS, karyawan tidak dihargai, kerja keras tanpa pengakuan, toxic boss Kisah tentang Angga, karyawan kantor pemerintahan yang terus bekerja tanpa pengakuan. Karyanya dipakai, tapi dirinya tak pernah diajak bersinar.
Curhat Algoritma Tentang Kita By blogadiartaPosted on December 4, 2025Posted in Cermin KehidupanTagged algoritma sosial media, curhat digital, dunia digital, hubungan manusia dan teknologi, kebiasaan online Artikel humoris-edukatif dari sudut pandang algoritma media sosial yang curhat soal perilaku manusia online.
Seni Masa Bodoh: Resep Bahagia Zaman Sekarang By blogadiartaPosted on November 25, 2025Posted in Cermin KehidupanTagged bahagia di tempat kerja, cara sehat bekerja, gaya hidup modern, kesehatan mental, lingkungan kerja toxic, seni masa bodoh, stres kerja Seni masa bodoh bukan sikap acuh, tapi cara sehat menghindari stres kantor. Yuk, belajar cuek elegan supaya tetap waras di dunia kerja!
Percakapan Antara Aku dan Algoritma By blogadiartaPosted on October 15, 2025Posted in Cermin KehidupanTagged algoritma media sosial, algoritma sosial media, dunia digital, humor teknologi, percakapan digital Artikel ringan dan humoris tentang percakapan imajiner dengan algoritma yang mengatur isi media sosial kita.
Migrasi Virtual: Ketika Media Sosial Jadi Pelarian Generasi Muda By blogadiartaPosted on September 25, 2025Posted in Cermin KehidupanTagged Fenomena Sosial, generasi muda, Media Sosial, migrasi virtual, pelarian digital Fenomena migrasi virtual generasi muda lewat media sosial bukan sekadar gaya hidup digital, tapi bentuk pelarian emosional yang patut dicermati.
Meja Makan Kita, Panggung Demokrasi yang Paling Sunyi By blogadiartaPosted on August 31, 2025Posted in Cermin KehidupanTagged cinta keluarga, demonstrasi, gelombang unjuk rasa, hubungan, keluarga, meja makan, panggung demokrasi, perbedaan pendapat, politik, suara rakyat Di balik hiruk-pikuk demonstrasi, ada meja makan yang menjadi saksi bisu. Saat isu-isu besar masuk ke dalam percakapan keluarga, akankah ia menjadi pemisah atau justru pengikat?