🖋️ Cerita Pendek: Si Tupai Tukang Nyimpen
Namaku Toti. Aku seekor tupai kota. Bukan tupai hutan yang manjat pohon dan makan kenari. Aku lebih suka Wi-Fi dan bantal sofa yang empuk.
Sudah dua bulan aku tinggal diam-diam di rumah keluarga manusia bernama Bu Erna dan Pak Bambang. Mereka pikir suara “krik-krik” di malam hari itu dari kulkas tua. Padahal ya… itu aku lagi nyeret botol vitamin ke bawah sofa.
Kenapa botol vitamin?
Entahlah. Aku suka aja.
🧺 Koleksi Toti: Museum Mini Bawah Sofa
Kalau kamu pernah kehilangan benda di rumah ini, kemungkinan besar… itu ada di bawah sofaku.
- 3 remote TV
- 2 sendok kecil
- 5 kaus kaki (semua sebelah doang)
- 1 earphone nirkabel (cuma kanan)
- Sebuah batu akik
- Uang receh Rp1.000 (dalam bentuk 10 koin)
Aku nggak tahu kenapa aku suka nyimpen barang. Rasanya kayak… puas aja. Lihat tumpukan benda itu seperti lihat tabungan. Nggak bisa dimakan sih, tapi membuatku merasa sukses secara spiritual.
🕵️♂️ Investigasi Keluarga Manusia
Beberapa hari lalu, anaknya Bu Erna, namanya Rio, mau nonton bola. Tapi remote TV hilang. Ia bongkar-bongkar rumah kayak detektif, sampai akhirnya mengintip ke bawah sofa.
Dan… tadaaaa!
“MAAA!!! Ini kenapa ada batu akik sama sandal sebelah di bawah sofa?!”
Seketika aku panik. Hari itu juga aku pindahkan markas ke bawah lemari sepatu. Remote-nya sih aku balikin, tapi kaus kaki tetap kuanggap hak milik pribadi.
🧠 Filosofi Seorang Tupai
Kadang aku mikir, kenapa aku nggak hidup normal aja? Kayak tupai lain yang lari-lari di taman, atau duduk di bahu manusia buat konten TikTok.
Tapi hidup seperti itu terlalu… mainstream.
Aku adalah tupai tukang nyimpen.
Aku bangga jadi kolektor barang tak penting. Karena di dunia yang serba cepat dan digital ini, siapa tahu suatu hari… kaus kaki sebelah akan jadi mata uang masa depan?