Blog Belog Adiarta

Just a stupid (belog) blog of Adiarta

Blog Belog Adiarta

Just a stupid (belog) blog of Adiarta

Dongeng: Si Kelinci yang Suka Menunda Tidur

Kartun kelinci kecil dengan mata mengantuk duduk di kasur sambil memegang wortel di malam hari.

Malam itu hutan tampak damai. Bulan bundar menggantung seperti lampion raksasa di langit, menebarkan cahaya lembut ke seluruh pepohonan. Angin malam mengayun-ayunkan dedaunan seperti selimut yang menenangkan. Dari balik semak, jangkrik bernyanyi, sementara kunang-kunang berkelip seperti lampu kecil yang menari di udara. Semua hewan bersiap tidur… kecuali satu makhluk kecil: si kelinci yang suka menunda tidur.

Di kamarnya, kelinci berguling-guling di kasur. “Ah, sebentar lagi aku tidur. Main lompat dulu ah!” katanya sambil meloncat ke bantal, lalu jungkir balik ke lantai. Saat ibunya datang mengintip, ia buru-buru pura-pura tidur. Tapi begitu pintu ditutup, ia langsung bangkit lagi dengan wajah nakal.

Jam terus berlari. Burung hantu sudah menguap, si landak sudah berdengkur, bahkan katak di kolam pun berhenti bernyanyi. Tapi kelinci masih sibuk mengunyah wortel. “Tidurnya nanti saja, habis satu wortel lagi,” gumamnya. Setelah itu ia menemukan mainan barunya. “Eh, main sebentar, baru tidur.” Begitulah, ia menunda tidur lagi dan lagi.

Pagi pun tiba. Matahari memanjat pohon, hewan-hewan berkumpul untuk lomba lari. Kelinci ikut berlari, tapi kakinya terasa lemas. Ia tertatih, lalu… bruk! jatuh tertidur di tengah lintasan. Kura-kura berjalan santai melewatinya, sementara teman-teman lain tertawa kecil. “Kasihan sekali, pasti begadang lagi,” bisik mereka.

Sore harinya, ibunya mendekatinya. “Nak, kalau kamu terus menunda tidur, tubuhmu tidak punya tenaga. Tidur itu bukan hukuman, tapi hadiah untuk tubuhmu. Dengan tidur cukup, besok kamu bisa lebih kuat dan ceria.”

Kelinci menunduk malu. Malam itu ia mencoba tidur lebih cepat. Awalnya susah, tapi suara jangkrik dan sinar bulan membuat matanya berat. Perlahan ia tertidur lelap. Pagi berikutnya, ia bangun dengan badan segar, penuh semangat. Saat berlari kecil, ia merasa lebih ringan, bahkan bisa melompat lebih tinggi.

Sejak itu, meski kadang masih tergoda untuk menunda, ia tahu bahwa tidur tepat waktu adalah sahabat terbaiknya. Jadi, jangan jadi si kelinci yang suka menunda tidur, ya. Ingat, tidur itu hadiah manis yang membuat kita lebih sehat dan bahagia.

Dongeng: Si Kelinci yang Suka Menunda Tidur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top