Blog Belog Adiarta

Just a stupid (belog) blog of Adiarta

Blog Belog Adiarta

Just a stupid (belog) blog of Adiarta

Lebah Gendut Keliling Kota

Petualangan Lebah Urban yang Gendut

Ketika sayap kecil menantang beton dan polusi

Namanya Bobi, seekor lebah yang dari kecil sudah sadar satu hal: dia lebih gendut dari lebah-lebah lainnya. Kalau lebah lain ramping dan lincah, Bobi lebih mirip bola pingpong berbulu.

Tapi Bobi punya satu keunggulan: ia tidak tahu bahwa lebah gendut tidak bisa terbang. Ia juga tidak tahu kalau sayap kecilnya tidak kompatibel dengan berat badannya. Dan karena dia tidak tahu, dia… terbang saja.

Bukan cuma ke taman bunga, Bobi ini beda. Ia ingin menjelajahi kota. Katanya, “Nektar di kota pasti punya rasa urban yang lebih… sophisticated.”

Maka mulailah petualangan Bobi si lebah urban.


🏙️ Misi Pertama: Menyeberangi Jalan Raya

Bobi terbang rendah, berusaha menyeberangi jalan penuh kendaraan. Ia hampir tertabrak sepeda motor, tersapu angin dari bus TransJakarta, dan sempat nyangkut di spion mobil Avanza.

“Apa kota ini benci lebah?” gumamnya, sambil merapikan antena yang sempat tertekuk.

Tapi Bobi tidak menyerah. Ia melihat bunga plastik di depan kafe dan langsung menyelam, berharap itu nektar urban. Ternyata palsu. Tapi dapat WiFi.


Misi Kedua: Nektar dari Cup Kopi

Bobi mencium aroma manis dari bekas gelas kopi es gula aren. “Ah! Ini dia nektar modern,” pikirnya.

Ia nyemplung ke dalam gelas bekas yang sudah ditinggal di trotoar.

Masalahnya, itu bukan nektar, tapi sisa gula lengket. Sayapnya menempel. Ia panik. Tapi untung ada tiupan angin dari angkot yang lewat, dan… wuss! ia berhasil kabur.

“Catatan penting: hindari gula aren. Itu jebakan.”


🌇 Misi Ketiga: Mampir ke Rooftop Garden

Setelah terbang setengah mati melewati iklan LED dan drone nyasar, Bobi menemukan taman kecil di atap gedung.

Ada lavender, bunga matahari, dan… lebah-lebah perkotaan!

Bobi mendekat. “Halo, aku Bobi, pendatang dari sarang desa.”

Lebah-lebah kota menatapnya heran. “Kok kamu bisa terbang sih? Badanmu… ya… gimana ya ngomongnya… padat gitu.”

Bobi hanya nyengir. “Karena aku gak tahu kalau aku gak bisa.”

Lebah-lebah kota bengong. Mereka terbiasa hidup penuh aturan, GPS sarang, SOP pengambilan nektar, bahkan aplikasi pemesanan bunga.

Tapi Bobi hanya percaya insting.

Dan sore itu, ketika matahari hampir tenggelam, lebah-lebah kota pun belajar dari si pendatang gendut: percaya diri kadang lebih kuat dari logika.


🐝 Bobi Pulang

Malam menjelang. Bobi pulang ke sarangnya di pohon mangga belakang rumah ibu RT. Ia bercerita dengan semangat: tentang motor, gula aren, dan rooftop garden.

Sarang pun hening mendengarkan.

Lalu semua bertanya, “Jadi, kamu yakin kamu gak bisa terbang?”

Bobi tertawa, “Kalau kalian gak bilang, aku gak akan pernah sadar. Jadi… plis, jangan kasih tahu aku.”


Pesan Moral:

Terkadang, dunia terlalu banyak memberi tahu kita apa yang tidak bisa kita lakukan. Tapi seperti Bobi si lebah urban, ketidaktahuan yang polos bisa jadi keberanian yang tulus. Dan dari keberanian itulah kita menemukan jalan sendiri, meski harus nyangkut di spion dan nyemplung ke gula aren.

Lebah Gendut Keliling Kota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top