Blog Belog Adiarta

Just a stupid (belog) blog of Adiarta

Blog Belog Adiarta

Just a stupid (belog) blog of Adiarta

Ditawari $250 Juta di Umur 24? Matt Deitke: “Hmm, Boleh Juga…”

Peneliti AI muda Matt Deitke di kantor modern dengan visual data futuristik.

Bayangin, umur 24. Kita mungkin masih sibuk nyari Wi-Fi gratis, nunggu diskon mie instan, atau debat internal mau nonton anime apa malam ini. Tapi di sisi lain dunia, ada satu makhluk langka bernama Matt Deitke, yang justru ditawari $250 juta buat kerja bareng Mark Zuckerberg.

Iya, kamu nggak salah baca. Dua ratus lima puluh juta dolar. Kalau dirupiahin, itu cukup buat beli gorengan… sejuta biji. Lebih juga.


Dari Mahasiswa Jadi Milyuner (Tanpa Jadi Influencer)

Matt ini awalnya mahasiswa PhD Ilmu Komputer di University of Washington. Tapi alih-alih lanjut nulis disertasi sampai ubanan, dia malah bikin gebrakan lewat proyek AI multimodal bernama Molmo. Proyek ini menang di konferensi AI bergengsi NeurIPS 2022, yang kalau di dunia AI, setara Grammy Awards-nya robot.

Orang-orang langsung mulai ngintip: “Siapa nih anak kecil tapi jenius?”
Dan seperti legenda startup pada umumnya, tahun berikutnya dia bikin perusahaan sendiri, Vercept, yang fokus bikin agen AI otonom (bukan agen asuransi ya). Hebatnya, mereka langsung dapet pendanaan $16,5 juta, salah satunya dari mantan CEO Google.
Saya? Dapat endorse kopi sachet aja udah seneng.


Meta: “Gabung dong!”

Matt: “Hmm, nggak dulu.”

Melihat semua itu, Meta langsung ngelirik. Mereka lempar tawaran awal $125 juta buat ngajak Matt gabung ke tim AI mereka. Tapi entah karena lagi ngantuk atau dia pikir itu cuma prank YouTube, Matt nolak.

Mark Zuckerberg pun akhirnya turun gunung kayak di film Marvel. “Oke, kita kasih dia $250 juta,” katanya (mungkin sambil ngopi dan nyentuh VR headset).

Tawaran itu termasuk cash dan saham, dan sekitar $100 juta langsung cair di tahun pertama. Di titik ini, saya bahkan rela kerja overtime dibayar Indomie dua bungkus. Tapi Matt? Santai aja, masih mikir dulu.


Perang Talenta: Bukan Lagi Cari Kerja, Tapi Dikejar Kerja

Kisah Matt ini ngasih kita gambaran bahwa sekarang, dunia AI tuh udah kayak battle royale: bukan cari senjata, tapi cari otak.
Perusahaan kayak Meta, Google, OpenAI, dan kawan-kawannya lagi rebutan orang-orang brilian buat mencapai satu tujuan mulia sekaligus menyeramkan: menciptakan AGI, alias AI yang bisa mikir kayak manusia.

Artinya, di masa depan mungkin kita bisa ngobrol sama robot, minta mereka ngodingin aplikasi, atau nyuruh bikin caption Instagram biar lebih estetik.

Dan Matt? Ya dia mungkin jadi salah satu orang yang bikin masa depan itu kejadian.


Catatan kecil buat kita semua:
Kalau kamu lagi ngerasa hidupmu belum sehebat Matt Deitke, tenang aja. Dia juga pasti pernah bingung milih antara lanjut kuliah atau tidur siang. Kita semua punya jalan masing-masing… cuma ya, jalan dia kebetulan diaspal emas dan dilapisi saham Meta. 😄

Ditawari $250 Juta di Umur 24? Matt Deitke: “Hmm, Boleh Juga…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top